1. TOEFL Universita HKBP Nommensen
TOEFL merupakan sebuah test berbasis bahasa inggris untuk memasuki sebuah jenjang. TOEFL sangat membantu seseorang untuk menggapai apa yang diinginkan misalnya saja apabila ingin menempuh pendidikan di luar negeri, dengan demikian seseorang itu harus mengikuti TOEFL untuk menguji kelayakan dalam berbahasa inggris.
unibrsitas HKBP Nommensen merupakan suatu universitas swasta yang memiliki TOEFL untuk mahasiswa yang ingin goes internasional. hal ini merupakan kabar baik bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri. TOEFL merupakan suatu jembatan yang dimiliki universitas untuk di jadikan tolak ukur kemampuan mahasiswa dalam bidang berbahasa inggris.
bagi mahasiswa yang telah lulus TOEFL ini merupkan suatu prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi mereka. mereka telah siap menantang dan menempuh dunia pendidikan luar Indonesia selama satu semester serta telah siap mendapat pengalaman yang dinilai luar biasa karena mereka mewakili mahasiswa dari suatu universitas swasta yang ingin mendunia.
TOEFL juga merupakan suatu syarat kelulusan meja hijau di universitas HKBP Nommensen yang membedakan universitas ini dengan yang lain. test ini di lakukan sebelum mahasiswa melangsingkan meja hijau. dari peraturan tersebut terlihat bahwa universitas ini peduli dengan perkembangan bahasa asing di kalangan mahasiswa agar siap untuk menghadapi perkembangan globalisasi.
2. Ujian Nasional
ujian nasional merupakan syarat kelulusan bagi siswa baik SD, SMP, SMA sederajat. ujian nasional di jadikan tolak ukur bagi siswa yang mengharuskan lulus di nilai yang telah di tentukan. untuk mencapai kelulusan tersebut baik pihak sekolah maupun siswa sama-sama meningkatkan proses belajar dan mengajar. jadi bagaimana bila UN di hapuskan?
ujian nasional merupakan suatu peristiwa yang banyak ditakuti banyak kalangan siswa karena merupakan syarat kelulusan. kemampuan setiap anak berbeda-beda dan itu lah yang menjadi pemicu utamanya. pihak sekolah juga gentar karena takut dan tidak yakin terhadap kemampuan siswanya. akibatnya terjadi penyimpangan di dalam ujian nasional karena banyak terjadi kecurangan dan mengambil keuntungan pribadi.
dari itulah pertimbangan ujian nasional terjadi untuk dilaksanakan lagi atau tidak, karena pembelajaran yang di berikan guru dianggap sia-sia dan percuma saja. lalu meneri pendidikan memutuskan untuk penghapusan ujian nasional dan sekolah di serahkan kepada daerah masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar