BAB 1
Pendahuluan
1.1 latar belakang
Tata bahasa Transformasi
Generatif atau biasa disebut Tata bahasa Generatif Transformatif adalah sebuah
konsep kajian kebahasaan yang diperoleh oleh Noam Chomsky. Pada thun 1957
Chomsky mengenalkan gagasan barunya melalui sebuah buku yang berjudul Syntactic Structure. Teori transformasi merupakan
salah satu aliran linguistik yang berasumsi bahwa pembelajaran bahasa adalah
sebuah proses pembentukan kaidah, bukan sebagai pembentukan kebiasaan, seperti
yang diyakini oleh aliran strukturalisme dan didukung oleh behaviorisme.
Chomsky berpendapat bahwa tujuan
dari semua teori bahasa hendaknya dihubungkan dengan ilmu tentang kaidah-kaidah
bahasa yang ada di dalam akal si penutur bahasa, yakni semua kaidah pengetahuan
bahasa menjadi patokan.dengan pengetahuan kaidah bahasa itu menjadikan penutur
bahasa tertentu bisa melahirkan dan menginovasikan semua kalimat-kalimat dengan
benar didalam bahasa yang di maksud. Ia juga bisa menjauhkan dirinya dari
melakukan kesalahan dalam membuat kalimat yang tidak benar.
Chomsky melihat bahwa bahasa
adalah kunci untuk mengetahui akal dan pikiran manusia. Manusia berbeda dengan
hewan karena kemampuannya berpikir dan kecerdasannya, serta kemampuannya
berbahasa. Itulah yang menjadi aspek paling fundamental dalam aktivitas
manusia. Karena itu, sangat tidak logis jika bahasa yang sangat vital ini
berubah menjadi berbentuk susunan kata yangterstruktur, kosong dari makna,
seperti pendapat kaum strukturis dan behavioris.
Tata bahasa
transformatif-generatif membedakan dua struktur bahasa, yaitu “struktur luar”
(surface structure – al-bina:’ al-zha:hiri) dan “stuktur dalam” (deep stucture
– al-bina: ’ al-asa:si). Bentuk ujaran
yang diucapkan atau ditulis oleh penutur adalah stuktur luar yang merupakan
manifesta dari struktur dalam. Ujaran itu bisa berbeda bentuk dengan struktur
dalamnya, tetapi pengertian yang dikandung sama.
BAB 2
Pembahasan
2.1 Linguistik
Generatif Transformasi
Linguistik generatif transformasi yang
dikemukakan dan dikembangkan oleh Noam Chomsky (1957, 1965), menyatakan bahwa
setiap kalimat yang ada dan pernah dibuat orang dapat dikembalikan pada pola
kalimat dasarnya, atau kalimat inti, dan yang jumlahnya terbatas. Pola kalimat
dasar itu adalah kalimat berklausa tunggal, deklaratif, positif, transitif,
atau netral. Kalimat- kalimat lain, seperti kalimat imperative, kalimat
interogatif, dan kalimat pasif adalah kalimat- kalimat ubahan yang
ditransformasikan dari kalimat dasar itu.
Prinsip lain dari linguistik
generatif transformasi adalah bahwa sebelum dilakukan dalam ujaran dalam bentuk
struktur luar (surface structure) yang bersifat konkret, terlebih dahulu
kalimat itu disusun di dalam otak dalam bentuk struktur dalam (deep structure)
yang bersifat abstrak.
Bisa saja struktur luar dan struktur
dalam sebuah kalimat adalah sama. Namun lebih sering tidak sama. Kalimat (15)
dan kalimat (16) berikut memiliki struktur luar yang sama.
15) Anak itu mudah diajar.
16) Anak itu senang diajar.
Struktur luar kalimat (15) bila
dibagankan akan menjadi sebagai berikut:

K
Anak itu mudah diajar
Bandingkan
dengan bagan srtuktur luar kalimat (16) berikut:



FN FN
Anak itu senang diajar
Keterangan:
K : Kalimat
FN : Frase nomina
FV : Frase verba
N : Nomina
Art : Artikulasi
A : Ajektiva
V : verba
FN : Frase nomina
FV : Frase verba
N : Nomina
Art : Artikulasi
A : Ajektiva
V : verba
Dari
bagannya tampaknya bahwa struktur luar kalimat (16) betul- betul sama. Namun,
kita sebagai penutur asli bahasa Indonesia dapat merasakan bahwa yang mengalami
sesuatu sebagai akibat dari “ murid itu diajar” adalah dua pihak yang
berlainan. Pada kaliamat (15) yang mengalami sesuatu yang” mudah” adalah yang
mengajar murid itu. Sedangkan pada kalimat (16) yang mengalami rasa “senang”
adalah murid itu, bukan orang yang mengajar. Maka dalam hal kalimat (15) dan
kalimat (16) meskipunstruktur luarnya sama, tetapu struktur dalamnya jauh
berbeda. Untuk jelasnya perhatikan
diagram strukturnya dalam kalimat (15) dan struktur dalam kalimat (16) berikut:

K
Prep FN FV

Keterangan:
K :
Kalimat
FN :
Frase Nomina
FV :
Frase Verba
Kop :
Kopula
A :
Ajektifa
Prep :
Preposisi
Art :Artikulus
Struktur
dalam kalimat (15) itu menunjukkan bahwa kalimat intinya atau kalimat dasarnya
adalah “sesuatu (adalah) mudah”. Sekarang simak diagram pohon struktur dalam
kalimat (16) berikut:

K


FN FN

Murid itu senang bila seseorang
mengajar murid itu
Struktur dalam kalimat (16) di atas
menunjukkan bahwa kalimat intinya “Murid itu senang”. Jadi, berbeda dengan
kalimat inti pada kalimat (15) di atas.
Analisis
sintaksis secara generatif transformasi ini yang sampai merujuk pada struktur
dalam (yang ada dalam otak manusia) kiranya memang sangat baik. Analisis seperti
ini akan dapat menjelaskan bentuk-bentuk sintaksis yang mempunyai potensi
menjadi taksa (ambigu). Misalnya kasus konstruksi lukisan Yusuf yang sudah
dipermasalahkan oleh C.A Mees (1954) lebih setengah abad lalu dan belum bisa
diselesaikan oleh tata bahasa tradisiona maupun tata bahasa struktural.
Menurut
analisis tata bahasa generatif transformasi konstruksi likisan Yusuf bisa
berasal dari struksur dalam yang berbeda, yakni:
·
Yusuf membeli
lukisan
Hasilnya struktur luar lukisan Yusuf
dengan makna ‘Yusuf mempunyai lukisan’.
·
Yusuf membuat
lukisan
Hasilnya struktur luar lukisan Yusuf
dengan makna ‘lukisan wajah Yusuf’.
·
Seseorang melukis
(wajah) Yusuf
Hasilnya struktur luar lukisan Yusuf
dengan makna ‘lukisan wajah Yusuf’.
Struktur
luar yang sama dari konstruksi lukisan Yusuf memiliki dtruktur dalam yang
berbeda, sehingga bisa dikatakan konstruksi lukisan Yusuf itu memiliki tiga
macam makna.
Mengenai
kriteria untuk membuat kategori kata, linguistik generatif transformasi tidak
berbicara apa-apa; tampaknya linguistik generatif transformasi ini menerima
saja apa yang telah dibicarakn orang lain. Jadi, di sini kita tidak perlu
memberi ulasan apa-apa lagi.
BAB 3
Penutup
KESIMPULAN
Setelah
penulis memaparkan konten pembahasan dari makalah ini, maka sebagai langkah
terakhir dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut:
·
Teori transformatif-generatif Chomsky
adalah teori linguistik yang menerangkan dengan jelas pembentukan
kalimat-kalimat gramatikal dan menjelaskan struktur luar untuk menentukan suatu
kalimat.
·
Adapun aplikasi teori Chomsky dalam
pembelajaran di antaranya ialah pembelajaran tidak mesti diberikan latihan
secara intensif, tetapi hanya hanya dibimbing saja oleh gurunya; pembelajar
harus diberi kesempatan yang luas untuk mengkreasi ujaran-ujaran dalam siruasi
komunikatif yang sebenarnya, bukan sekedar menirukan dan menghafalkan; kaidah
bahasa yang diberikan oleh gurunya
dikembangkan oleh pembelajar; pemilihan materi tidak ditekankan pada
hasil analisis kontrastif, melainkan pada kebutuhan komunikasi dan penguasaan
fungsi-fungsi bahasa; dan sebagainya.
Daftar Pustaka
Chaer,
Abdul. 2009. Psikolinguistik Kajian
Teoretik. Jakarta: Rineka Cipta
https://herasukses.wordpress.com/2012/05/15/aplikasi-aliran-transformatif-generatif-dalam-pembelajaran-bahasa-arab-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar