Jumat, 10 Maret 2017


BAB 1
Pendahuluan
1.1  latar belakang
Tata bahasa Transformasi Generatif atau biasa disebut Tata bahasa Generatif Transformatif adalah sebuah konsep kajian kebahasaan yang diperoleh oleh Noam Chomsky. Pada thun 1957 Chomsky mengenalkan gagasan barunya melalui sebuah buku yang berjudul Syntactic Structure. Teori transformasi merupakan salah satu aliran linguistik yang berasumsi bahwa pembelajaran bahasa adalah sebuah proses pembentukan kaidah, bukan sebagai pembentukan kebiasaan, seperti yang diyakini oleh aliran strukturalisme dan didukung oleh behaviorisme.
Chomsky berpendapat bahwa tujuan dari semua teori bahasa hendaknya dihubungkan dengan ilmu tentang kaidah-kaidah bahasa yang ada di dalam akal si penutur bahasa, yakni semua kaidah pengetahuan bahasa menjadi patokan.dengan pengetahuan kaidah bahasa itu menjadikan penutur bahasa tertentu bisa melahirkan dan menginovasikan semua kalimat-kalimat dengan benar didalam bahasa yang di maksud. Ia juga bisa menjauhkan dirinya dari melakukan kesalahan dalam membuat kalimat yang tidak benar.
Chomsky melihat bahwa bahasa adalah kunci untuk mengetahui akal dan pikiran manusia. Manusia berbeda dengan hewan karena kemampuannya berpikir dan kecerdasannya, serta kemampuannya berbahasa. Itulah yang menjadi aspek paling fundamental dalam aktivitas manusia. Karena itu, sangat tidak logis jika bahasa yang sangat vital ini berubah menjadi berbentuk susunan kata yangterstruktur, kosong dari makna, seperti pendapat kaum strukturis dan behavioris.
Tata bahasa transformatif-generatif membedakan dua struktur bahasa, yaitu “struktur luar” (surface structure – al-bina:’ al-zha:hiri) dan “stuktur dalam” (deep stucture –  al-bina: ’ al-asa:si). Bentuk ujaran yang diucapkan atau ditulis oleh penutur adalah stuktur luar yang merupakan manifesta dari struktur dalam. Ujaran itu bisa berbeda bentuk dengan struktur dalamnya, tetapi pengertian yang dikandung sama.










BAB 2
Pembahasan
2.1 Linguistik Generatif Transformasi
            Linguistik generatif transformasi yang dikemukakan dan dikembangkan oleh Noam Chomsky (1957, 1965), menyatakan bahwa setiap kalimat yang ada dan pernah dibuat orang dapat dikembalikan pada pola kalimat dasarnya, atau kalimat inti, dan yang jumlahnya terbatas. Pola kalimat dasar itu adalah kalimat berklausa tunggal, deklaratif, positif, transitif, atau netral. Kalimat- kalimat lain, seperti kalimat imperative, kalimat interogatif, dan kalimat pasif adalah kalimat- kalimat ubahan yang ditransformasikan dari kalimat dasar itu.
            Prinsip lain dari linguistik generatif transformasi adalah bahwa sebelum dilakukan dalam ujaran dalam bentuk struktur luar (surface structure) yang bersifat konkret, terlebih dahulu kalimat itu disusun di dalam otak dalam bentuk struktur dalam (deep structure) yang bersifat abstrak.
            Bisa saja struktur luar dan struktur dalam sebuah kalimat adalah sama. Namun lebih sering tidak sama. Kalimat (15) dan kalimat (16) berikut memiliki struktur luar yang sama.
            15) Anak itu mudah diajar.
            16) Anak itu senang diajar.
            Struktur luar kalimat (15) bila dibagankan akan menjadi sebagai berikut:
K

                                                 FN                                          FN
                                    N                        Art                A                         V


                                 Anak                       itu               mudah             diajar







Bandingkan dengan bagan srtuktur luar kalimat (16) berikut:
K
                                        FN                                                   FN

                        N                           Art                         A                          V


                  Anak                           itu                     senang                  diajar
Keterangan:
K                : Kalimat
FN              : Frase nomina
FV              : Frase verba
N                : Nomina
Art              : Artikulasi
A                : Ajektiva
V                : verba
Dari bagannya tampaknya bahwa struktur luar kalimat (16) betul- betul sama. Namun, kita sebagai penutur asli bahasa Indonesia dapat merasakan bahwa yang mengalami sesuatu sebagai akibat dari “ murid itu diajar” adalah dua pihak yang berlainan. Pada kaliamat (15) yang mengalami sesuatu yang” mudah” adalah yang mengajar murid itu. Sedangkan pada kalimat (16) yang mengalami rasa “senang” adalah murid itu, bukan orang yang mengajar. Maka dalam hal kalimat (15) dan kalimat (16) meskipunstruktur luarnya sama, tetapu struktur dalamnya jauh berbeda. Untuk  jelasnya perhatikan diagram strukturnya dalam kalimat (15) dan struktur dalam kalimat (16) berikut:






                                                                         K



                        FN                                                                                           FV

                          K                                                                               (Kop)               A

Prep                 FN                                           FV

            N                                             V                     FN
                                               
                                                                        N                     Art



Untuk seseorang                         mengajar     murid               itu        (adalah)           mudah

Keterangan:

K         : Kalimat
FN       : Frase Nomina
FV       : Frase Verba
Kop     : Kopula
A         : Ajektifa
Prep     : Preposisi
Art       :Artikulus

            Struktur dalam kalimat (15) itu menunjukkan bahwa kalimat intinya atau kalimat dasarnya adalah “sesuatu (adalah) mudah”. Sekarang simak diagram pohon struktur dalam kalimat (16) berikut:
                                   

                                        K

            FN                                                       FN

N                     Art                   A                     Prep                 K

                                                                                                                                                                                                                                    FN                               FV

                                                                                      N                   V         N         Art


Murid              itu                    senang             bila   seseorang    mengajar   murid       itu     
Struktur dalam kalimat (16) di atas menunjukkan bahwa kalimat intinya “Murid itu senang”. Jadi, berbeda dengan kalimat inti pada kalimat (15) di atas.
            Analisis sintaksis secara generatif transformasi ini yang sampai merujuk pada struktur dalam (yang ada dalam otak manusia) kiranya memang sangat baik. Analisis seperti ini akan dapat menjelaskan bentuk-bentuk sintaksis yang mempunyai potensi menjadi taksa (ambigu). Misalnya kasus konstruksi lukisan Yusuf yang sudah dipermasalahkan oleh C.A Mees (1954) lebih setengah abad lalu dan belum bisa diselesaikan oleh tata bahasa tradisiona maupun tata bahasa struktural.
            Menurut analisis tata bahasa generatif transformasi konstruksi likisan Yusuf bisa berasal dari struksur dalam yang berbeda, yakni:
·         Yusuf membeli lukisan
Hasilnya struktur luar lukisan Yusuf dengan makna ‘Yusuf mempunyai lukisan’.
·         Yusuf membuat lukisan
Hasilnya struktur luar lukisan Yusuf dengan makna ‘lukisan wajah Yusuf’.
·         Seseorang melukis (wajah) Yusuf
Hasilnya struktur luar lukisan Yusuf dengan makna ‘lukisan wajah Yusuf’.
            Struktur luar yang sama dari konstruksi lukisan Yusuf memiliki dtruktur dalam yang berbeda, sehingga bisa dikatakan konstruksi lukisan Yusuf itu memiliki tiga macam makna.
            Mengenai kriteria untuk membuat kategori kata, linguistik generatif transformasi tidak berbicara apa-apa; tampaknya linguistik generatif transformasi ini menerima saja apa yang telah dibicarakn orang lain. Jadi, di sini kita tidak perlu memberi ulasan apa-apa lagi.















BAB 3
Penutup

KESIMPULAN

Setelah penulis memaparkan konten pembahasan dari makalah ini, maka sebagai langkah terakhir dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut:

·         Teori transformatif-generatif Chomsky adalah teori linguistik yang menerangkan dengan jelas pembentukan kalimat-kalimat gramatikal dan menjelaskan struktur luar untuk menentukan suatu kalimat.
·         Adapun aplikasi teori Chomsky dalam pembelajaran di antaranya ialah pembelajaran tidak mesti diberikan latihan secara intensif, tetapi hanya hanya dibimbing saja oleh gurunya; pembelajar harus diberi kesempatan yang luas untuk mengkreasi ujaran-ujaran dalam siruasi komunikatif yang sebenarnya, bukan sekedar menirukan dan menghafalkan; kaidah bahasa yang diberikan oleh gurunya  dikembangkan oleh pembelajar; pemilihan materi tidak ditekankan pada hasil analisis kontrastif, melainkan pada kebutuhan komunikasi dan penguasaan fungsi-fungsi bahasa; dan sebagainya.










Daftar Pustaka
Chaer, Abdul. 2009. Psikolinguistik Kajian Teoretik. Jakarta: Rineka Cipta
https://herasukses.wordpress.com/2012/05/15/aplikasi-aliran-transformatif-generatif-dalam-pembelajaran-bahasa-arab-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar